Cakra kembar/udakyana
Adzan subuh berkumandang mengiringi bangunnya aku dari buaian mimpi.Ku tunaikan kewajiban sebagai seorang muslim sesuai ajaran kanjeng nabi saw.
Sang mata dunia mulai mengintip dibalik awan ufuk timur,menggantikan sang raja malam dengan terangnya pagi.
Ku sambut awal pagi dengan tadarus hingga jelang sholat duha.ku tunaikan sunah duha dengan pasrah dan iklas,dan ku lanjut dzikir sebisaku.
Namun ditengah khusyu ku berdzikir,tiba-tiba aku mendengar gemuruh petir dari langit sebelah selatan,padahal pagi itu mentari bersinar dengan teriknya.
Firasatku mengatakan akan ada kejadian diluar batas pemikiranku.
Benar saja,tak lama berselang terdengar salam dari depan rumahku.Ku buka pintu sembari menjawab salam,ku lihat 1 orang pria berjubah dan bersorban putih dengan wajah penuh cahaya keagungan yang menyilaukan didampingi 2 orang pria dibelakangnya dengan pakaian yang sama.
Tanpa basa basi pria didepan tadi mengeluarkan sepasang pusaka berbentuk seperti gear sepeda motor dari jubahnya.
Dilemparkannya pusaka itu,suara berdesing dan angin bergemuruh mengiringi terbangnya pusaka itu menghantam pepohonan yang langsung bertumbangan.
Ku iringi terus putaran senjata itu dengan pandangan takjub.
Pria itu berucap agar aku menangkap salah satu dari sepasang pusaka itu.Tiba-tiba salah satu pria yang berdiri dibelakang pemilik pusaka itu berkelebat mengejar arah terbangnya pusaka.
Dengan takjub ku terpukau melihat gerakan pria itu yang seperti angin.Tak berselang lama pria itu berhasil menangkap salah satu pusaka itu.
Pusaka yang satu lagi masih berputar kencang menghantam apa saja yang ada dihadapannya.
Dengan mengucap bissmillah ku buka telapak tanganku,tiba-tiba senjata itu bergerak perlahan dan menempel ditelapak tanganku seolah dia ingin ikut denganku.
Pria pemilik pusaka itu lalu berucap bahwa pusaka itu berjodoh denganku,dan bernama cakra kembar/cakra udakyana.
Pusaka itu menghilang masuk ke dalam tubuhku.
Pria itu berpesan agar aku bisa menjaga dan menggunakan pusaka itu dengan baik untuk membantu sesama.
Aku berterima kasih padanya,lalu mereka pamit diiringi salam dan angin yang sangat kencang.
Aku berteriak menanyakan siapa dirinya,ternyata yang menjawab hanya pria yang mendapatka salah satu pusaka itu.
Dia memperkenalkan dirinya sebagai kyai Suhudillah dari kulon.
Aku bersyukur kepada illahi yang telah menunjukan sedikit kuasaNYA.
Esoknya aku tanyakan tentang siapa kyai suhudillah itu pada kakekku,setelah merenung sejenak kakek menjawab bahwa kyai suhudillah adalah kyai dari bangsa jin yang hidup dari zaman penguasa islam banten pertama,dan katanya aku bisa menemuinya jika aku bertandang ke tanah kulon kelak.
Demikianlah salah satu dari sekian banyak kisah gaibku yang nanti insyaAllah akan ku ceritakan kembali di blog ini,mudah-mudahan bisa jadi pelajaran untuk semua.
Silahkan jika ada yang ingin berkomentar atau musyawarah.
Wassalamu alaikum
Komentar
Posting Komentar