Alam berzikir
Siang berganti malam,begitupun sebaliknya,terus begitu hingga akhir zaman.
Tanpa kenal lelah,lapar,dan hinaan terus aku tekadkan diri untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan sang maha mengatur segalanya.
Siang itu disamping kolam ikan pinggir sawah depan kamarku,kembali ku buka kitab suci Al-qur'an sambil bertafakur.
Tiba-tiba semilir angin yang mengusap tubuhku berhenti bersuara dan berganti dengan ucapan salam,sepontan aku jawab salam itu.Lalu entah darimana datangnya disamping kananku sudah duduk seorang pemuda tampan sambil tersenyum.
Sebelum aku sempat bertanya,dia sudah kembali menghilang bersama semilir angin sembari mengucap salam kembali,sepontan aku menjawab salam itu dengan dipenuhi pertanyaan dibenakku.
Waktu berganti malam,selepas isya aku kembali duduk tafakur didepan kamar pinggir sawah.Udara dingin selepas hujan tadi sore tak membuatku bergeming,ditemani riuhnya suara katak pesawahan aku terus bertafakur tentang alam ini.
Tiba-tiba sekitar jam 23.00 alam menjadi hening,dan suara katak menghilang serempak dan berubah menjadi suara zikir LA ILLA HA ILALLAH yang begitu keras dan menderu-deru,seolah ada jutaan orang yang sedang berzikir dengan tertibnya.
Kejadian itu hanya berlangsung sekitar 30 menit,lalu kembali digantikan oleh ramainya suara katak.
Namun semua itu membuatku semakin tergetar dan menangis,membuatku semakin berfikir dan takjub dengan kuasa illahi.
Alam/katak saja mau berzikir dengan begitu khidmatnya,lalu mengapa kita yang sudah dikenal mahluk paling sempurna malah berlaku seenaknya.
Duh...gusti,maafkan hambamu ini yang tidak bisa melihat "WUJUD" MU dalam hamparan semesta ini.
Mudah-mudahan ceritaku ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.InsyaAllah masih banyak cerita hidupku yang nanti akan kutuangkan kembali disini.
Silahkan jika pembaca ada yang mau berkomentar,musyawarah,ataupun cerita.
Komentar
Posting Komentar