Istana atas langit
Sore itu langit menangis begitu derasnya,seolah menumpahkan seluruh air matanya.Petir dan kilat bersahutan silih berganti,mengingatkan kita akan kuasa-NYA yang tak bertepi.
Selepas magrib ku isi waktu dengan membaca qur'an melanjutkan tadarusku yang kemarin.Waktu bergulir tanpa terasa selesai sudah kewajiban fardu ku ditutup sholat isya.
Kurebahkan tubuh ini diselimuti dinginnya cuaca bekas hujan tadi sore,kupejamkan mata dengan niat ingin sholat tahajud dini hari nanti.
Sekitar jam 02:00 aku terbangun,kusiram tubuhku dengan air sedingin es dikamar mandi,ufff...menggigil tubuhku dibuatnya.
Setelah itu aku berwudhu dan sholat tahajud.Kulanjutkan dengan zikir mendawamkan do'a nurbuat.
Satu persatu butir tasbeh ku terlewati,entah dalam hitungan keberapa tiba-tiba seberkas sinar terang yang entah datang darimana menerpa wajahku.
Bersamaan dengan itu tiba-tiba aku keluar dari tubuh kasarku yang sedang duduk berzikir.Melayang tubuh halusku naik ke atas langit.
Diatas awan putih tebal aku berhenti,seolah mampu menapak aku tertahan disitu.
Ku dengar banyak sekali suara orang mengaji dan zikir yang entah dimana asalnya.Namun yang membuat ku bingung mengapa waktu menjadi terang seolah siang menjelang.
Kutatap matahari begitu lembutnya di ufuk timur.Tiba-tiba di timur pula aku melihat sebuah istana putih diatas awan begitu megahnya dengan menara tingginya.
Batin ku bertanya istana apakah itu yang dipenuhi dengan lantunan suara ngaji dan zikir yang begitu merdunya.
Ku langkahkan kaki diatas gundukan awan menuju istana itu.Ku terpaku melihat gerbang putih begitu besarnya,seolah aku ini seekor semut yang sedang berdiri dihadapan seekor gajah.
Sebelum aku sempat membuka gerbang itu,tiba-tiba terdengar suara menggelegar namun lembut yang memintaku untuk kembali ke asalku,karena aku hanya diperlihatkan sedikit dari kuasa illahi.
Dengan mengucap salam kepada suara tanpa rupa,aku pamit untuk kembali ke asalku.Aku melayang turun masuk kembali ke tubuhku yang sedang duduk berzikir,dengan sepontan waktu kembali malam menjelang subuh.
Ku renungkan semua kejadian tadi dalam kebingungan,ku berfikir alam manakah yang telah dibukakan Allah swt untukku tadi.
Hanya ucap syukur yang bisa ku lakukan saat itu,sembari ku berfikir ternyata bukan hanya manusia saja yang hidup di alam ini.Kita diciptakan berdampingan dengan alam lain yang harus kita hormati pula karena kuasa-NYA.
Demikanlah salah satu kisahku,insyaallah akan ku ceritakan kisah hidupku yang lainnya dilain waktu.
Lihatlah dari kandungan ceritanya,jangan dilihat dari siapa yang bercerita.Ambil hikmah didalamnya,semoga jadi manfaat untuk kita semua.
Silahkan jika ada teman-teman yang ingin bercerita,komentar,atau musyawarah.Semoga jadi manfaat pula untukku.
Terima kasih
Komentar
Posting Komentar