Gembala sapi citarum
Seperti biasa pagi itu aku berkeliling dengan motorku untuk lebih mengenal tentang alam ini.Kuarahkan motorku ke selatan arah perbukitan yang masih dipenuhi rimbunan pohon,sejenak ku berhenti untuk beristirahat dan bertafaqur tentang alam ini.
Ku ikuti arah sungai citarum menuju utara,tiba-tiba motorku oleng tanpa sebab membuatku terjatuh tepat direrumputan tanggul sungai citarum.
Beruntung ada seorang kakek-kakek gembala sapi yang membantuku.Dia memintaku duduk dan mengobati kakiku yang terluka,sambil mengobatiku dia menasehatiku tentang alam dan kehidupan,seolah dia tau apa yang ada dibenakku.
Dia memperkenalkan diri,namanya Hamim,kuperkirakan usianya sekitar 70 tahun.
Setelah selesai mengobatiku dia pamit untuk kembali menggembalakan sapinya,sebagai ucapan terima kasih aku berikan dia uangku yang hanya ada 10000,dia menolak dengan halus,namun aku sedikit memaksa,akhirnya dia mau menerimanya juga.
Setelah itu aku kembali ke rumah,namun ditengah jalan aku bertemu teman lamaku.Dia bilang sudah lama mencariku karena ingin mengembalikan uangku yang dulu dia pakai 1jt.
Dalam hati aku bersyukur karena saat itu memang aku sedang kesulitan ekonomi.Aku berfikir apakah ini balasan langsung dari Allah karena aku telah iklas memberikan uang terakhirku kepada gembala sapi tadi.
Esoknya aku sengaja menemui gembala sapi itu disungai citarum,setelah ngobrol cukup lama kembali aku berikan uang alakadarnya untuk beliau,dan anehnya aku mendapat rejeki kembali berkali lipat entah darimana datangnya.Terus kejadian itu berulang,membuatku bertanya dalam hati siapa kakek gembala sapi itu sebenarnya.
Karena penasaran,aku bertanya kepada kakekku tentang siapa gembala sapi tadi.
Setelah ku beritahu nama dan ciri-cirinya,kakekku terkejut sambil menerangkan bahwa gembala sapi itu adalah guru ngajinya sewaktu masih kecil.Bagaimana mungkin guru ngajinya masih hidup,sementara kakekku saja sudah berusia 80 tahun.
Saat itu juga aku diperintahkan untuk mencari gembala sapi itu,namun hingga cerita ini ku tulis tidak bisa aku temukan kembali gembala sapi itu.
Banyak pelajaran yang bisa ku ambil dari kisah hidupku tadi.
Pertama,siapapun yang memberi iklas karena Allah,maka Allah pasti menggantinya dengan berlipat dan memudahkan segala urusan kita.
Kedua,bahwa umur itu termasuk salah satu rahasia Allah,maka kita jangan terlena oleh waktu sebelum penyesalan itu datang.
Sekian dulu kisah hidup ini ku tuliskan,insyaAllah masih banyak kisah hidup ini yang akan ku ceritakan di waktu yang akan datang.
Semoga bisa menjadi manfaat dan pelajaran untuk kita semua.
Tidak lupa aku persilahkan untuk teman-teman semua jika ada yang ingin bercerita,musyawarah,ataupun komentar.
Terima kasih
Komentar
Posting Komentar